PPIT Harbin Sukseskan Agenda Besar Kongres PPI Tiongkok, Xiamen

Ditulis oleh: Putra Wanda

Mahasiswa Indonesia di China yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok menggelar kongres untuk membahas beberapa agenda penting meliputi pembahasan AD-ART, GBHO dan pemilihan Ketua Umum PPIT baru yang akan menjabat selama 2 tahun. Kali ini PPIT Cabang Xiamen, Fujian dipercaya menyelenggarakan perhelatan akbar Perhimpunan Pelajar Indonesia di China tersebut.

Tahun ini, PPIT menyelenggarakan kongres nasional di kampus Huaqiao University, Xiamen. Pembukaan kongres dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak. Pada acara ini, Duta besar Indonesia untuk Tiongkok dan merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun membuka Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Dalam sambutannya, Dubes menekankan pentingnya generasi muda Indonesia di Tiongkok memiliki sikap sebagai mahasiswa dari bangsa yang besar yang siap berkontribusi untuk rakyat dan negaranya.

“Indonesia perlu memanfaatkan hubungan bilateral strategis dan  komprehensif dengan Tiongkok. Kedua negara ini diprediksikan akan menjadi negara besar di dunia pada dekade-dekade mendatang,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Rusia itu.

Selain itu, ia menyebut berbagai indikator ekonomi yang positif bagi Indonesia untuk bertumbuh menjadi negara yang besar dan kuat. Faktor penting yang membuat negara menjadi besar adalah kecintaan warga negaranya akan bangsa tersebut. Inilah yang ditanamkan pada generasi muda di Tiongkok selama puluhan tahun belakangan ini. Dalam pidatonya, beliau yakin generasi muda Indonesia tetap mencintai dan menyayangi NKRI serta dalam bentuk sekecil apa pun ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa, rakyat, dan negaranya.

“Saya yakin mahasiswa Indonesia di Tiongkok akan berkontribusi pada hubungan antara Indonesia dan Tiongkok dan kelak setelah lulus akan menjadi ‘prime mover’ perjalanan bangsa ke depan termasuk hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” tutur Djauhari.

Kongres yang dibesut PPIT tersebut bertajuk “Menyongsong Inisiatif ‘the Belt and Road’ untuk Pembangunan Indonesia” juga dihadiri oleh Konjen RI Guangzhou, beserta jajarannya, dan 21 perwakilan cabang PPIT yang mewakili sekitar 14.000 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Rangkaian kongres dan Simposium Nasional PPI Tiongkok telah mulai dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 29 April 2018 yang ditutup dengan Festival Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.

Peserta resmi kongres kali ini berjumlah sekitar 100 orang merupakan perwakilan PPI Tiongkok dari 21 cabang, yakni Beijing, Changsha, Chongqing, Guangzhou, Guilin, Hangzhou, Harbin, Hefei, Hong Kong, Nanjing, Ningbo, Nanchang, Shanghai, Shenyang, Shijiazhuang, Suzhou, Tianjin, Wuhan, Wuxi, Xiamen, dan Zhengzhou.

PPIT Harbin sebagai salah satu delegasi resmi dalam kongres ini membawa beberapa poin penting untuk dibahas dalam sidang akbar kali ini. Setelah melalui berbagai diskusi dan pembahasan dengan para pengurus di internal PPIT Harbin, akhirnya dihasilkan beberapa poin penting yang harus disampaikan di kongres. Poin itu meliputi Konsep Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Rapat Tengah Periode (RTP) dan beberapa usulan lain terkait kepengurusan PPI Tiongkok periode 2018-2020 yang akan datang.

Pada proses sidang kongres, PPIT Harbin banyak memberikan konsep dan masukan yang baru selama masa sidang ADART, GBHO hingga pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok. Pada proses pembahasan AD/ART, PPIT Harbin berhasil membuat dan memasukkan konsep DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) dalam struktur organisasi PPIT. Hal penting yang menjadi pokok pada konsep yang dibuat PPIT Harbin meliputi Posisi DPO dalam struktur organisasi, Definisi, Tugas, Fungsi dan Mekanisme pemilihan Ketua dan anggota DPO sebagai sebagai sebuah lembaga legislatif di dalam PPIT.

Hal kedua adalah bahasan Rapat Koordinasi Tengah Periode (RKTP), istilah RKTP ini merupakan baru dalam kepengurusan PPI Tiongkok. Di dalam pembahasan AD-ART, Delegasi Harbin menganggap konsep RKTP penting untuk dibahas secara lebih komprehensif dalam poin pasal konstitusi organisasi. Dalam konsep yang diajukan, RKTP akan dilakukan di tengah periode kepengurusan dan memiliki tugas untuk membahas beberapa agenda penting PPIT meliputi Peraturan Organisasi, Kongres setiap 2 tahun hingga pembahasan teknis dalam kegiatan PPIT. Dalam pembahasan ADART, Poin-poin penting dari hasil diskusi dan konsepsi Delegasi Harbin meliputi DPO, RKTP dan beberapa poin krusial berhasil disahkan menjadi pasal baru dan krusial dalam konsitusi PPI Tiongkok.

PPIT Harbin menganggap capaian dalam kongres tahun ini sangat bagus dan perlu untuk selalu ditingkatkan di waktu yang akan datang. Pada hari terakhir kegiatan, Delegasi dan Peninjau PPIT Harbin melakukan rapat evaluasi mengenai  hasil Kongres tahun 2018 dan rencana program setelah kegaiatan ini usai. Meskipun demikian, Pengurus masih memiliki beberapa tugas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pasca Kongres di Xiamen. Setelah semua agenda kongres dan simposium selesai, Kontingen meninggalkan Kota Xiamen pada hari minggu 29 April 2018 dan langsung bertolak ke Harbin.

Sebagai informasi, Kota Xiamen terletak di Provinsi Fujian. Lokasi belajar bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dengan jurusan favorit Sastra Mandarin dan Bisnis serta Perdagangan Internasional. Saat ini terdapat sekitar 400 orang mahasiswa Indonesia yg menuntut ilmu di Xiamen dan di antaranya sekitar 200 orang di Huaqiao University

Bravo PPIT Harbin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *