Pengalaman Kuliah di Harbin Normal University

Oleh: Satrianawati (Mahasiswi Doktoral di Harbin Normal University)

 

Perkenalkan saya Satrianawati dan ini adalah cerita tentang tahun pertama saya di Harbin. Saya akan memfokuskan cerita saya tentang pengalaman belajar bahasa Mandarin dan dormitory alias asrama Hashida (Harbin Shifan Daxue). Cerita saya bermula dari belajar bahasa Mandarin di Harbin Normal University. Karena bahasa China saya sangat kurang, saya mengambil program Bahasa selama 1 Tahun. Ringkasnya, belajar Bahasa di Hashida sangat menyenangkan dan tentunya mencerdaskan.

Maw taw gak?

Pertama kali datang ke kelas, saya bertemu dengan orang-orang yang baru dan tentunya dengan budaya yang berbeda dengan Indonesia. Ruang kelas saya sangat kecil. Kelas saya berukuran kurang lebih 3,5 x 4,5 meter. Saya merasa ruangan yang kecil ini tidak membuat saya merasa sesak tapi membuat saya semakin dekat dengan mahasiswa lainnya. Belajar bahasa Mandarin memang sangat sulit, tapi sangat menarik.

Di Hashida, belajar bahasa Mandarin terdiri dari tiga pelajaran utama yaitu: berbicara (kouyu ke), umum (zonghe ke) dan mendengarkan (tingli ke). Ketiga pelajaran hampir sama, intinya semuanya mengarahkan mahasiswa untuk dapat memahami bahasa di China tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk menulis yang disertai dengan struktur bahasa (yufa).

Saat belajar di kelas, kami tidak langsung diajarkan hanzi. Tetapi dimulai dari mengenal huruf pinyin atau mengenal cara baca. Selanjutnya membaca pinyin dengan tone yang berbeda dan menulis Hanzi. Setiap huruf Hanzi ditulis sebanyak 10x. dan semakin hari kata yang ditulis semakin banyak. Tulisan Hanzi saya yang pertama sangat lucu, tulisan Hanzi saya besar besar seperti pagar. Tapi itu tidak hanya terjadi pada saya, bahkan teman-teman saya juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada teman saya yang menulis dan tulisannya jauh dari yang diharapkan, sehingga beda tulisan menjadi beda arti.

Hari demi hari terus berganti, kami belajar dengan baik. Setiap hari kami punya tugas belajar yang disebut “ting xie” orang Indonesia bilang “dikte”. Kegiatan belajar ini dilakukan di awal pelajaran “Zonghe”, dimana guru membaca huruf-huruf hanzi dan mahasiswa menulis hanzi. Terkadang banyak mahasiswa yang datangnya telat, karena takut dengan “ting xie”. Tapi percayalah kegiatan belajar “ting xie” membuat kami cepat memahami dan menulis “Hanzi” dengan baik. Selalu hadir tepat waktu dan belajar dengan baik merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa Hashida. Kegiatan belajar dilakukan selama 4 bulan, dimana dibulan keempat kami sudah bisa membaca hanzi tanpa pinyin. Kemudian diadakan ujian dari ketiga mata pelajaran tersebut.

Setelah ujian selesai kami kemudian libur winter selama 2 bulan Januari dan Februari. Selanjutnya, penaikkan kelas. Semua mahasiswa dipastikan naik kelas, tapi ketika di kelas ini ditemukan mahasiswa yang sulit membaca Hanzi maka siswa tersebut akan diturunkan atau dikembalikan ke level yang semestinya. Mata pelajaran di kelas yang baru, tetap sama dengan di kelas sebelumnya. Perbedaannya terletak pada tingkat kesulitan materi. Semakin tinggi kelasnya semakin sulit materinya. Tapi percayalah, sulitnya materi pelajaran terjadi kalau Anda tidak belajar dengan baik. Tapi kalau kamu mengikutinya, kamu akan memahami semua materi pelajarannya. Di kelas saya yang baru, sangat jauh berbeda dengan kelas awal saya. Kelas saya yang baru berukuran sangat besar yang berisi lebih dari 40 kursi. Dengan papan tulis yang sangat canggih, menurut saya.

Kelas saya yang bagus membuat saya sangat nyaman dan semangat belajar. Guru kami mengajar dengan penuh cinta kasih. Sangat peduli dengan kami. Guru kami menuntun kami dengan baik, dalam berbicara, membaca hanzi, dan lain sebagainya. Bahkan ketika kami mengalami masalah dengan hal terkecil misal membeli air minum dengan cara menelpon tukang galon.

 Lanjut yaaaa,

Selain seputar belajar di Hashida saya juga ingin bercerita tentang dormitory di Hashida. Dormitory di Hashida ada tiga dorm. Dorm 1, dorm 2, dan dorm 3. dorm 2 lebih bagus dari dorm 1, dan dorm 3 lebih bagus dari dorm 2. itulah yang dikatakan oleh mahasiswa yang ada di Hashida. Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari hal ini? Kamu akan melihat karakter setiap orang yang selalu melihat perbedaan dan lupa mensyukuri apa yang telah dimiliki. Bagi saya yang tinggal di dorm 1, saya merasa bahwa dorm dimana saya tinggal sangat bagus. Mengapa? Karena saya tidak membandingkan dengan yang lebih bagus dari apa yang saya tinggali saat ini. Saya lebih suka bersyukur dengan apa yang saya punya. Sehingga saya puas dengan apa yang saya miliki saat ini.  Dorm saya dilengkapi tempat tidur, meja belajar, cermin, televisi, lemari dengan 4 pintu bawah yang besar dan 4 pintu atas yang kecil. Tentunya lemari ini sudah sangat besar untuk menampung semua barang saya. Selain itu, kami tidak lagi membayar listrik dan wifi termasuk air hangat. Karena semua sudah include dalam pembayaran dorm dan tergolong cukup murah, yaitu 800 yuan perbulan. Selain itu air hangat tidak perlu bayar. Air hangat mengalir mulai dari jam 06.30 pagi sampai jam 8 pagi. Kemudian malam air, hangat mengalir jam 7 sampai jam 10 malam. Air hangat di Harbin sangat penting. Karena cuaca di Harbin yang sangat dingin. Kondisi cuaca adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran yang Maha Kuasa, dimana tubuh kita lama-kelamaan bisa beradaptasi dengan cuaca ini. Jangan takut datang Ke Harbin, dimanapun tempatmu, itu Bumi Allah. Jadi kuliah di Hashida dan tinggal di dorm Hashida banyak untungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *