Harbin Winter Tour 2018: Huan Yin Ni !

Oleh: Rima Febria

Harbin Winter Tour merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) PPI Tiongkok cabang Harbin. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini yaitu karena banyaknya minat orang untuk mengunjungi kota ini. Kota Harbin dikenal juga dengan julukan “Kota Es”, karena kota ini memiliki musim dingin yang panjang dan merupakan salah satu tempat terdingin di Tiongkok. Selain itu, Harbin juga merupakan ibu kota Provinsi Heilongjiang yang terletak di bagian Utara Tiongkok. Kegiatan Harbin Winter Tour ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan budaya dan lingkungan Harbin kepada masyarakat Indonesia, selain itu juga membantu mengakomodasi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung kemari.

Rangkaian acara Harbin Winter Tour ini diselenggarakan selama 4 hari 3 malam, tepatnya dari tanggal 20-23 Januari 2018. Peserta berjumlah 16 orang, mayoritas merupakan mahasiswa/i Indonesia yang sedang kuliah di kota-kota lain di Tiongkok seperti Nanchang, Shenyang, Beijing, Hebei, dan Shandong. Pada hari pertama, para peserta diajak mengunjungi Biological Camp Unit 731. Ini merupakan salah satu museum yang paling terkenal di Harbin, museum ini menceritakan sejarah tragis mengenai eksperimen manusia yang dilakukan oleh tentara Jepang pada zaman perang dunia II. Lalu, pada pagi hari kedua destinasi pertama yang dituju adalah Volga Manor, yang merupakan komplek berisi bangunan-bangunan khas Rusia. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Central Street dan Saint Sophia Cathedral. Central Street merupakan pusat pembelanjaan di Harbin, sedangkan Saint Sophia Cathedral adalah bangunan gereja kuno yang dibangun pada abad ke -18 oleh bangsa Rusia. Selanjutnya menjelang malam para peserta diajak ke Harbin Ice and Snow World Festival 2018, yang merupakan event tahunan berisikan bangunan-bangunan dan ukiran-ukuran raksasa dari balok es.  Pada hari kedua ini suhu di Harbin telah mencapai titik yang cukup ekstrim yaitu mencapai -30 derajat celcius, meskipun begitu antusiasme para peserta tetap terlihat besar untuk menikmati perjalanan di Harbin. Memasuki hari ketiga, suhu di Harbin terus menerus menurun yaitu berada dititik -28 derajat celcius hingga -33 derajat celcius. Para peserta bergegas untuk berangkat menuju Snow Village, untuk tiba tempat ini perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu kurang lebih selama 6 jam. Snow Village sendiri merupakan tempat ikonik dari provinsi Heilongjiang, dimana tempat ini merupakan sebuah pedesaan yang seluruh bangunannya dipenuhi salju seperti rumah-rumah di negeri dongeng dan ketebalan salju disini bisa mencapai satu meter. Selain menikmati cantiknya pemandangan, para peserta juga bisa bermain snow motor untuk menuju puncak tertinggi di Snow Village. Memasuki hari ke empat, destinasi terakhir adalah Yabuli Ski Resort. Setelah bermalam di Snow Village, para peserta bersiap pergi ke Yabuli Ski Resort untuk bermain ski dan snowboarding. Peserta diberikan kesempatan untuk bermain selama empat jam. Setelah puas menikmati seluruh rangkaian acara, akhirnya para peserta kembali pulang selamat ke Harbin dan langsung diantarkan menuju stasiun kereta api. (RMF)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *