“Roro Jonggrang – The Legend of Thousand Temples”

image
by Hengky Purnama
Pada 22 Mei 2016, Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) cabang Harbin mempersembahkan sebuah Drama Teater berjudul “Roro Jonggrang – The Legend of Thousand Temples” di ruang 301 gedung Student activity center, HIT. Legenda asal Yogyakarta “Roro Jonggrang” dengan peninggalannya berupa kompleks Candi Prambanan diharapkan dapat menjadi objek daya tarik wisata bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Selain itu, pertunjukkan drama teater ini juga untuk mengenalkan pesona budaya dan adat istiadat yang ada di Indonesia kepada dunia, terutama komunitas internasional di Harbin.

Pertunjukkan drama teater ini merupakan kombinasi antara dialog, nyanyian dan tarian tradisional yang membutuhkan cukup banyak aktor. Oleh karena itu, dalam kegiatan ini, PPIT Harbin merangkul beberapa mahasiswa asing untuk turut berpartisipasi sebagai aktor sekaligus untuk menjalin persahabatan antara mahasiswa indonesia dan mahasiswa asing yang ada di Harbin. Dari 29 aktor, 16 diantaranya adalah mahasiswa internasional dari Russia, Tiongkok, Nigeria, Thailand, dan Bangladesh.

Pukul 17.30, ratusan penonton sudah terlihat memadati ruang 301 gedung Student Activity Center, HIT. Pergelaran akbar ini dihadiri oleh ratusan pelajar lokal dan pelajar asing dari berbagai negara, tidak ketinggalan para tamu VIP yang terdiri dari Perwakilan dari KBRI – Beijing, Priyanto Wibowo, serta guru dari berbagai universitas di Harbin juga terlihat menghadiri pergelaran ini.

Acara dibuka dengan kata sambutan dari Ibu Herlline selaku Ketua Umum PPIT cabang Harbin tahun kepengerusan 2015/2016, lalu dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ibu Yang Yi selaku perwakilan HIT International student center serta Bapak Priyanto Wibowo selaku Perwakilan dari KBRI – Beijing. Kemudian acara dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Legenda rakyat dari Yogyakarta yang menceritakan kisah cinta dan tipu daya antara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso merupakan latar belakang berdirinya seribu Candi Prambanan. Pertarungan epik antara Prabu Boko dan Bandung Bodowoso, nyanyian syahdu dari Roro Jonggrang bersama para dayang atas gugurnya sang ayah di medan perang, dan usaha Bandung untuk meminang Roro Jonggrang menjadi konflik tersendiri yang mewarnai setiap adegan. Dilanjutkan dengan syarat-syarat mustahil dari Roro Jonggrang yang dengan mudah dipenuhi oleh Bandung berkat kesaktian yang ia miliki. Setelah usaha pertama untuk menjebak sang pembunuh ayahnya tersebut gagal, Roro kemudian meminta Bandung untuk dibangunkan seribu candi untuknya dalam waktu semalam. Melihat gigihnya usaha Bandung untuk meminangnya, Roro khawatir bahwa Bandung dapat menuntaskan syarat terakhirnya. Tipu daya pun dilakukan Roro untuk menggagalkan usaha Bandung. Bandung, yang kemudian merasa tertipu untuk kedua kalinya tidak dapat memaafkan Roro. Dengan penuh amarah, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi bagian dari seribu candi.

Dikutuknya Roro menjadi bagian seribu candi mengakhiri cerita dalam drama teater Roro Jonggrang – The Legend of Thousand Temples. Tepuk tangan meriah penonton pun riuh mengapreasiasi pertunjukkan drama teater ini. Acara kemudian ditutup oleh MC, kemudian seluruh aktor dan panitia naik ke atas panggung untuk foto bersama.

Klik disini untuk melihat galeri acara ini.

Mari Belajar Bahasa Indonesia

image
by BUDI KRISTANTO

Tepat pada tanggal 3 November 2015 telah dibentuk Pusat Pembelajaran Bahasa Indonesia(PPBI/ Indonesia Language Learning Center) oleh beberapa mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di Harbin, yang berpusat di Harbin Normal University. Lembaga ini didirikan sebagai salah satu upaya memperkenalkan Bahasa Indonesia bagi para penutur asing sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia di Harbin.  Sampai saat ini, PPBI telah membuka dua kelas di dua universitas di Harbin, yakni di Harbin Normal University (HNU) dan Harbin Institute of Technology (HIT). Mulai semester depan, akan segera dibuka kelas Bahasa Indonesia di universitas-universitas lain di Harbin secara gratis.
Untuk semakin memperkaya strategi mengajar Bahasa Indonesia, bertempat di International Student Center, Harbin Institut of Techology, PPBI dengan dukungan penuh PPIT Harbin dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mengadakan Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing.  Kegiatan ini, berlangsung mulai tanggal 5 Mei sampai dengan 8 Mei 2016 dengan mengundang instruktur yakni Ibu Triaswarin Sutanarihesti, M.Hum dari Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Kesusasteraan, Universitas Indonesia dan didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Beijing yakni Bapak Dr.Priyanto Wibowo.

Kegiatan pelatihan ini disambut antusias oleh mahasiswa Indonesia di Harbin dengan terlibat aktif sebagai peserta pelatihan. Ternyata, ada banyak cara, banyak kiat, banyak strategi dalam memberikan materi pengajaran Bahasa Indonesia kepada para penutur asing. Baik itu, kegiatan dalam kelas, maupun kegiatan di luar kelas. Mulai dari kegiatan kelas yang serius, sampai dengan kegiatan kelas yang lucu, menyenangkan dan menghibur seperti permainan Bola Ajaib, menyanyi dan sebagainya. Ada banyak ilmu yang kami peroleh dari kegiatan pelatihan ini.
Inilah sekelumit kegiatan kecil kami mahasiswa Indonesia di Harbin sebagai bentuk kecintaan kami kepada Indonesia. Inilah  secuil dharma bakti kami kepada Indonesia, yang sudah memberikan banyak kesempatan kepada kami. Mari kita kembangkan dan jaga bersama Bahasa Indonesia. Salam Bahasa Indonesia untuk persatuan Indonesia dari Harbin. Merdeka!!!

Klik disini untuk melihat galeri foto pada acara ini.

Hong Kong: Kongres V PPI Tiongkok & Simposium PPI Asia-Oceania

754068334382361057

Penulis: Herlline
Hal pertama yang terlintas dipikiran pada saat menginjakkan kaki di Hong Kong adalah hangat. Cuaca Hong Kong yang sangat hangat jika dibandingkan dengan Harbin, kota yang berada di ujung utara Tiongkok itu, cukup bersahabat dan membuat saya merindukan Jakarta. Kehangatan ini tidak hanya didapati pada cuaca kota yang sudah hijau ini, namun juga pada senyum para panitia yang menjemput kami. Kesabaran para panitia dalam memandu kami menuju lokasi Konsulat Jendral Republik Indonesia yang berada di Causeway Bay, dan juga mengantarkan kami menuju akomodasi yang telah disiapkan sangat patut diacungi jempol. Lokasi akomodasi yang sangat strategis juga memudahkan saya untuk mencari jajanan khas kota Hong Kong, dan menikmati suasana keramaian masyarakatnya.

Hari kedua di Hong Kong, kami dijemput oleh para panitia yang bertugas untuk mengantarkan kami ke BNI Gallery, lokasi Kongres V Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok.  Kongres sendiri dimulai dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Sdri. Grace Fiona Alethea diikuti oleh seluruh tamu kehormatan dan peserta kongres. Setelah itu, kongres dibuka oleh Bapak Soegeng Raharjo selaku Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia. Hal yang unik dan juga merupakan kelebihan pemilihan tuan rumah kongres yang memiliki KJRI atau KBRI adalah ketika gedung yang digunakan tidak dapat digunakan hingga malam, maka, kongres dipindahkan ke ruang pertemuan KJRI Hong Kong. Hasil dari Kongres V ini adalah terpilihnya Sdr. Bagus Ari Haryo Anugrah sebagai Ketua Umum PPI Tiongkok periode 2016/2017, serta Hangzhou sebagai tuan rumah Kongres VI PPI Tiongkok 2017.

Agenda hari ketiga adalah Simposium PPI Asia-Oceania dengan tema yang diangkat adalah “Membangun Poros Maritim Indonesia”. Sejumlah delegasi PPI Negara yang memberikan dukungan penuh dalam agenda Simposium PPI Asia Oseania adalah PPI Thailand (Permitha), PPI Malaysia, PPI Australia, PPI Korea, PPI Jepang, PPI Singapura, PPI Filipina, PPI Srilanka, PPI New Zealand, PPI Taiwan, PPI Tiongkok, dan PPI India. Simposium ini dibuka oleh oleh Bapak Soegeng Raharjo selaku Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Rakyat Tiongkok merangkap Mongolia. Pembicara utama dalam simposium ini adalah Prof.  Injoo Sohn dan Arif Havas Oegroseno. Terdapat tiga panel diskusi yang terdiri dari, “Kedaulatan dan Ketahanan Maritim Indonesia”, “Pelestarian Lingkungan dan Pariwisata Kemaritiman Indonesia”, dan “Optimalisasi Maritim Dalam Pertumbuhan Ekonomi Indonesia”.
Selama 4 hari saya dan teman-teman delegasi lainnya merasakan keramahan teman-teman PPIT Hongkong sebagai tuan rumah Kongres V PPI Tiongkok serta Simposium PPI Asia-Oceania. Banyaknya kenangan-kenangan indah dan juga pelajaran kehidupan yang saya dapat dalam perjalanan kali ini. Saya sangat menantikan Kongres VI PPI Tiongkok di Hangzhou. Sampai jumpa kawan-kawan terkasih.