SKUY: Ski KUY !!

Dibuat oleh: Dwi dan Dedy

Harbin, Heilongjiang (23/12) – Skuy atau Ski Kuy ! yang berarti Ski Yuuuuk! merupakan acara musim dingin tahunan yang diselenggarakan oleh Divisi Peminatan dan Pengembangan Diri (PPD) PPI Tiongko Harbin. Pada kesempatan ini, Skuy bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkenalkan mahasiswa Indonesia tentang ski secara langsung. Skuy dilaksanakan pada Sabtu, 23 Desember 2017 lalu bertempat di Gunung Mao’er, Heilojiang, China.  Program ini berhasil dilaksanakan dengan arahan dari Talenta (Mahasiswa Harbin Institute of Technology) selaku ketua pelaksana.

Pelaksanaan Acara ini dimulai dengan berumpul bersama di dorm A13 Harbin Institute of Technology pada pukul 05.30 pagi. Perjalanan dari kota Harbin ke Gunung Mao’er membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Pukul 10.30 peserta dan panitia yang berjumlah 20 orang memulai kegiatan ski bersama. Walaupun cuaca pada saat itu berkisar -15 derajat Celcius, peserta skuy tetap dapat menikmati si dengan seru. Pada pukul 04.30 kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan meninggalkan Gunung Mao’er untuk kembali ke Kota Harbin.

 

PPIT Harbin Kembali Mementaskan “Ken Arok” Berkolaborasi dengan PPIT Nanchang

Dibuat Oleh: Affandi Diharjo

Nanchang, Jiangxi – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) mengolaborasikan cabangnya di Harbin dan Nanchang untuk mementaskan legenda Ken Arok.

Legenda tersebut disajikan dalam drama teater di kampus Jiangxi Normal University (JNU) Nanchang, Sabtu (2/12) malam, berhasil menyita perhatian masyarakat setempat dan mahasiswa dari berbagai negara.

Bahkan, setengah jam sebelum acara yang baru dimulai pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB) itu, gedung pertunjukan di kampus tersebut sudah dipadati ratusan penonton.

Legenda yang menyuguhkan intrik kekuasaan dan kisah asmara Ken Arok-Ken Dedes tersebut sebelumnya telah dipentaskan di Harbin, Provinsi Heilongjiang, pada 20 Mei 2017.
Berkat kesuksesan pementasan di Harbin tersebutlah, acara ini berhasil mendapatkan dukungan penuh dari PPIT dan Rumah Budaya Indonesia di bawah naungan Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing untuk dipentaskan lagi di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Secara umum tidak ada perbedaan pementasan di Harbin dan Nanchang, kecuali formasi beberapa pemain utama dan pendukung pertunjukan tersebut, khususnya pemeran Ken Dedes, Tunggul Ametung, dan Mpu Gandring.

“Ada beberapa di antara kami yang tidak bisa ikut ke sini karena kesibukan studi,” kata Joshua Adriel Mulyanto, pemeran Ken Arok.

Ia bersama 9 rekannya dari Harbin Institute of Technology (HIT) menempuh perjalanan ribuan mil dari wilayah utara ke selatan China untuk bertemu sesama pelajar asal Indonesia di Nanchang guna mementaskan lakon yang pernah sukses memukau ratusan penonton dan mengharumkan nama Indonesia di kampusnya.

“Tujuan utama kami kesini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan juga untuk membuktikan bahwa pelajar Indonesia bisa bekerja sama secara baik dengan pelajar dari berbagai negara untuk menghasilkan mahakarya yang membanggakan”, kata Jeremia William Chandra, yang bertindak sebagai sutradara.

Hal ini terbukti dengan keterlibatan mahasiswa asing dari berbagai negara dalam pementasan Ken Arok di Nanchang, di antaranya dari Bangladesh, Korea, Nepal, dan Kirgistan.

“Saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam pementasan ini,” kata Nafeu Hassan Hilal, mahasiswa JNU asal Bangladesh, yang berperan sebagai prajurit Kerajaan Tumapel.

Pentas seni para mahasiswa Indonesia tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pihak universitas terbesar kedua di Provinsi Jiangxi itu.

“Tentu saja kami bangga dengan anak didik kami dari Indonesia. Tidak hanya kepiawaian dalam seni, melainkan mereka juga bisa melibatkan rekan-rekannya dari negara lain,” kata Deputi Direktur Kerja Sama Internasional JNU, Li Haijun.

Pementasan tersebut juga didukung oleh 10 mahasiswa asal Indonesia di Nanchang.

“Harus diakui bahwa pelajar Indonesia telah menjadi duta budaya Nusantara di luar negeri,” kata Sutana Rihesti Triaswarin, tenaga pengajar Bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia.

Melihat Meriahnya Pameran Budaya Indonesia di Harbin, China

Dibuat oleh: Putra Wanda (Pengurus Pusat PPI Tiongkok, Mahasiswa Doctoral di HUST, Harbin, China)

PPI Tiongkong, Harbin (9/17)- Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PPIT) Harbin kembali ikut serta dalam acara Mahasiswa yang bertajuk Festival Budaya Internasional yang diselenggarakan di kampus Harbin Engineering University (HEU), Harbin, China.

Sejak pagi panitia sudah mempersiapkan materi yang akan ditampilkan pada saat acara nanti, mulai dari properti, bahan makan, kain hingga snack khas Indonesia yang siap untuk disuguhi kepada pengunjung yang hadir.

Acara yang dimulai sekitar puul 10.00 pagi (waktu Harbin) ini mendapat sambuatan yang sangat meriah dari pengunjung yang hadir. Begitupula dengan stand Negara Indonesia yang sangat ramai dikunjungi sejak stand baru dibuka, para pengunjung  mencoba makanan khas Indonesia, Mencoba alat musik seperti angklung dan bertanya mengenai Indonesia.

Pada acara ini, setiap negara seperti Inggris, US, Korea, Jepang, Indonesia, Thailand, Vietnam, Mongolia, Rusia dan beberapa negara lainnya diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tarian khas Negaranya dengan iringin musik yang menambah meriahnya festival acara tahun ini.

Acara Festival Budaya Internasional dihadiri oleh lebih dari 1000 pengunjung yang datang sejak pagi hingga selesai acara.  Ini merupakan salah satu kegiatan yang diikuti PPIT Harbin yang secara rutin diadakan di beberapa kampus besar Harbin. Hal ini menjadi wadah yang bagus untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri. Sekaligus promosi pariwisata Indonesia di untuk masyarakat Internasional.

Selain itu juga, melalui kepanitiaan,  kegiatan ini juga sebagai wadah untuk merekatkan solidaritas mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harbin.

 

HALO HALO

dibuat oleh: Devi Muhtariana

Halo halo…

PPIT Harbin kembali menyapa teman-teman semua di penghujung semester genap ini. Yap, di penghujung semester genap menyambut liburan musim panas ini, PPIT kembali berpartisipasi dalam acara International Cultural Festival yang diadakan di salah satu kampus di Harbin yaitu Northeast Forestry University. Ada empat pelajar Indonesia yang menempuh studi di kampus yang berbasis Kehutanan ini. Tiga diantaranya saat ini sedang menempuh studi doktor dan sisanya menempuh studi master. Meskipun beranggotakan sedikit orang, namun tidak menyurutkan semangat untuk berpartisipasi dalam acara budaya internasional ini.

Negara-negara yang turut berpartisipasi dalam acara ini diantaranya adalah Indonesia, Yaman, Tunisia, Kroasia, Malawi, Mali, Pakistan, Ethiopia, Kamerun, Thailand, Sudan, Korea Utara, Korea Selatan, Sierra Leone, Tanzania, Republik Democratic Kongo, Vietnam, Rusia, Irak, dan Cina. Acara ini dipandu oleh host  dan berlangsung dari pukul 10:00 hingga pukul 16:00. Acara ini berjalan dengan meriah. Berbagai negara menampilkan sesuatu yang unik dari negara mereka baik itu hidangan khas, pernak pernik, maupun tarian khas. Indonesia pun tak kalah dengan dengan menampilkan kain khas batik, alat musik angklung, baju adat daerah dari beberapa provinsi di Indonesia. Selain itu, beberapa teman dari Indonesia juga turut serta untuk tampil mengisi acara di panggung berupa fashion show yang diiringi dengan instrumen musik Gundul Gundul Pacul. Fashion show ini   menampilkan baju adat daerah berupa baju batik, baju Bugis, ulos Batak, dan tentu saja kebaya khas Indonesia.

Satu hal yang menarik dari acara ini adalah panitia menyediakan paspor palsu untuk setiap pengunjung yang datang. Pengunjung diminta untuk mengoleksi cap stempel dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam acara ini. Jika pengunjung berhasil mengumpulkan seluruh cap stempel dari keseluruhan negara yang berpartisipasi, maka pengunjung berhak mendapatkan doorprize yang telah disediakan oleh panitia. Menarik bukan!!! Stay tune dan sampai jumpa di acara PPIT berikutnya yaaa..

THE LAST KONGKOWS

dibuat oleh: Ira Yusma Rahayu

Pada hari Sabtu 03 Juni 2017, anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok berkumpul di salah satu Restaurant Muslim di Harbin China, tepatnya di Restaurant Marhaba Hanguang street 1-19, Nangang District Harbin untuk berkumpul bersama serta buka puasa dalam acara Gathering Last Kongkow’s. Kegiatan Gathering Last Kongkow’s  ini merupakan kegiatan Gathering terakhir yang dilakukan oleh Panitia PPD (Peminatan dan Pengembangan Diri) bertujuan untuk mempererat keakraban antar sesame pelajar di Harbin serta menceritakan keluh kesah suka duka para senior yang sudah ingin balik ke Indonesia.

Acara kali ini dipimpin oleh MC Gilbert Samuel yang bukan lain merupakan Ketua dari divisi PPD (Peminatan dan Pengembangan Diri). Pada pukul 19.00, acara dimulai dengan acara buka puasa, kemudian para peserta diajak untuk makan bersamadengan tema makan ala prasmanan.

Setelah makan bersama MC pun memulai dengan memanggil satu persatu senior-senior yang tidak lama lagi akan balik ke Indonesia.menurut mereka  selama berada di harbin banyak suka duka yang telah ia lewati mulai dari musim dinginnya yang benar-benar sangat dingin sampai musim panasnya yang begitu indah.mereka awalnya berpikir apakah akan jadi bagaimana nantinya tinggal di Harbin,tapi ternyata benar “Everything that happens there must be a reason” semua hal yang terjadi pasti ada alasannya,semuanya berjalan dengan cepat tanpa disadari dan itu adalah hal yang tidak mudah untuk dilupakan.bagaimana menjaga pertamanan kekerabatan di antara perlajar.

Semua para peserta yang hadir pada malam itu merasa bahagia sekaligus terharu dengan ucapan dari para senior.Kemudian panitia pelaksana membagikan Booklet yang berisi foto-foto moment mereka selama di Harbin.

Setelah itu,acara ditutup dengan foto bersama.

Kongres VI dan Simposium PPI Tiongkok 2017

dibuat oleh: Joshua Mulyanto

Kongres VI dan Simposium PPI Tiongkok 2017 diadakan pada 26 – 28 Mei 2017 di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Dalam kesempatan yang istimewa ini, PPIT Harbin diwakilkan oleh 6 peserta penuh, yaitu Joshua Adriel Mulyanto dan Annisa Rizqi Derlandia sebagai delegasi I dan II, serta 4 orang peninjau yaitu Putra Wanda, Samuel Gilbert, Ruiz Orlando dan Jeremia William Chandra.

Kongres yang dilaksanakan di hotel Xinxilai, Hangzhou, dihadiri oleh delegasi dari 19 cabang PPI Tiongkok, pengurus harian pusat periode 2016-2017,  Sekjend PERHATI, serta perwakilan dari KBRI Beijing. Kongres dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia di Tiongkok Merangkap Mongolia, Bapak Soegeng Rahardjo pada tanggal 27 Mei 2017.

Pada tanggal 26 Mei 2017, kongres dimulai pada pukul 15.30 dengan pembukaan oleh panitia, perkenalan delegasi cabang, makan malam dan dilanjutkan dengan pembahasan tata tertib Kongres VI. Tanggal 27 Mei 2017, kongres dibuka secara resmi oleh Duta Besar Republik Indonesia di Tiongkok Merangkap Mongolia, Bapak Soegeng Rahardjo. Pembahasan pada hari kedua Kongres VI yaitu tentang keorganisasian, seperti AD/ART, GBHO, laporang pertanggung jawaban pengurus harian pusat, serta pada puncak nya yaitu pemilihan ketua umum PPI Tiongkok periode 2017-2018, yang menghasilkan keputusan terpilihnya sdr. Raynaldo Aprillio sebagai ketua umum PPI Tiongkok periode 2017-2018.

Simposium PPI Tiongkok 2017 yang bertemakan “Kompas Masa Depan Mahasiswa Indonesia dengan Mengoptimalkan Potensi Anak Bangsa” ini diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2017, dengan beberapa pembicara ternama, yaitu Dr. Rizal Ramli, Prof. Intan Ahmad, Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit, Mr. James Hartono, Jona Widhagdo Putri, dan Fitriyani Bukri.

 

哈尔滨工业大学国际文化嘉年华

哈尔滨工业大学国际文化嘉年华

written by: 周采霏 (Novita Sanjaya)

2017 年6月3日,在哈尔滨工业大学的第一校区里,来自一百多个国家和中国大学生来参加精彩的节目,就是第三届哈工大国际文化嘉年华。在国家文化嘉年华台上,哈工大留学生和中国大学生一起欢歌起舞,还有个个国家的学生穿着传统衣服。同时,大家也可以尝尝个个国家的美食。这个节目不仅仅使我们感受到不同文化的交融,而且也带给我们丰富的知识。哈工大的留学生和中国大学生也非常激动和认真参加这个节目,印度尼西亚是其中之一。

为给大家精彩的节目,印度尼西亚学生准备了一场小戏剧叫KENAROK。这场戏剧是关于印度尼西亚的古代生活。虽然这场戏剧演的不是那么长的时间,但是KENAROK 非常吸引步行者。不仅仅给大家看一场戏剧,为大家更了解印度尼西亚的文化,我们也给大家听印尼歌曲、尝尝印尼小吃、画画蜡防印花法、介绍印尼传统衣服、玩儿印尼的游戏,还有让大家跟着印尼舞蹈。在节目的过程中,无论是老人和年轻人,小孩子们都非常感兴趣来到印度尼西亚的展台。我们希望大家可以来到印度尼西亚旅行,认识和了解印度尼西亚的古代文化和故事,而且也可以享受印度尼西亚美丽的地方。

首先我们向哈工大深受的谢意,给我们这个宝贵的机会。而我们也非感谢中国的大学生的帮助。我觉得这个节目非常有意义和有价值,我们可以看各种各样的文化和跟不同国家交流。希望大家别错过这个宝贵的机会。我们等待明年的哈工大国际文化嘉年华。

International Culture Festival on Harbin Institute of Technology

written by: 刘特景 (Talenta)

On 3rd June 2017. Harbin Institute of Technology once again create an amazing International Culture Festival for the 3rd time. This Festival is participated by 2000 Students from 120 different country in Harbin Institute of Technology. The road in front of International Students Center is full of Colorful decorated booth, and also songs that reflect their own culture. There are also some booth that made small activity, like dancing, traditional musical instrument, and some of them also ask their visitor to join them dance together. This Festival is not only visited by Students from different campus, but also visited by locals.

And yet, Indonesia also joined this Festival. On this 3rd year, Indonesian Booth introduced their Indonesian Food and Drinks, like Coffee, Guava Juice, Happy Soda, and more. And also at 12 PM, Indonesian shows “Mini Drama Ken Arok” with Mandarin, a small version from the Drama Ken Arok on Mei 20th 2017. Not only showing Indonesian Performance, Indonesian Students also gave the chance to make Batik on a Photo Frame that interest children to pour their Creativity on the previously pattern added frame. Other than arts, this booth also made challenging games, such as Tug of War with Ken Arok Actor, and Indonesian Traditional Games, Galasin that made the road stuck for a while because there was a lot of people that wants to try it. This activity is very welcomed by many people

This is the 3rd time Harbin Institute of Technology create this annual event. This festival was a good chance to see a lot of Culture from a lot of country at once. We hope to see more this kind of Event in the future time, in Harbin Institute of Technology.

 

.

Spektakuler : Drama Ken Arok mendapat Standing Ovation di Harbin, China

dibuat oleh: Putra Wanda (Mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan teknik Harbin University of Science and Technology, Kota Harbin, China )

PPIT Harbin(20/5/17)– Kelompok Mahasiswa Indonesia dan Internasional menampilkan pertunjukan teater yang sangat menakjubkan. Opera berdurasi selama 90 menit yang bertajuk “Ken-Arok, The Legend of Cursed Keris” ini tampil memukau sekitar 400 penonton yang memadati gedung Activity Center, Harbin Institute of Technology, China.

Pementasan Drama Ken Arok ini merupakan hasil karya mahasiswa mahasiswa Indonesia dan dibantu mahasiswa asing yang berada di lingkungan Harbin, China. Sejak publikasi acara ini dilakukan, antusiasme penonton untuk menyaksikan opera ini terbilang sangat besar

Para mahasiswa asal Indonesia dan mahasiswa asing (China, Rusia, dan Nigeria) berperan sebagai aktor berhasil memerankan setiap karakter yang dimainkan pada cerita klosal ini . Alur cerita, Koreografi, Musik dan Aktor berpadu menghasilkan pertujukan drama yang kontemporer dan elegan.

Persiapan acara ini sudah dilakukan sejak jauh hari sebelum pementasan ini diselenggarakan, seluruh panitia bekerja siang bahkan hingga malam selama persiapan akhir acara ini dilakukan. Hasilnya, kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dari awal  hingga selesai.

Setelah pementasan opera berakhir, seluruh aktor dan panitia acara berfoto di atas panggung pementasan untuk mengabadikan momen penting ini.

Audience yang menyaksikan acara pementasan opera ini memberikan kesan yang sangat baik terhadap para pemeran pada drama yang merupakan salah satu salah cerita rakyat di nusantara ini.

“it’s really great” Ujar Linna (25) salah seorang penonton asal Thailand setelah  festival ini. Bahkan, kelompok sosial asal China, mengaku sangat terinspirasi dengan penampilan malam itu.
Pada rangkaian Festival Budaya tahun ini, PPIT Harbin juga menyelenggarakan pameran Produk, Budaya dan Seni Indonesia. Pasca acara teater, antuasiame penonton masih terus berlanjut ke ruang eksibisi untuk mengunjungi stan pakaian tradisional dan kuliner Nusantara.
Joshua Mulyanto (Ketua PPIT Harbin) sekaligus sebagai salah satu aktor utama pada opera tersebut, mengaku amat bangga dengan sambutan yang diberikan oleh masyarakat internasional terhadap Festival Budaya Indonesia tahun ini.

‘Saya bangga dengan semua teman-teman panitia yang sudah bekerja keras sehingga acara ini bisa terselenggara dengan baik, mulai dari tim drama, exhibition serta sie-sie lain yang mendukung berlangsungnya acara’. Harapan Ketua PPIT juga agar ke depan, kami semua bisa terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas diri, kekompakan, kekeluargaan sehingga acara PPIT kedepan bisa lebih baik lagi

Pada tahun lalu, para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Harbin juga menggelar Opera Roro Jonggrang di tempat yang sama dan berlangsung sukses. Selain itu juga, suksesnya kegiatan ini juga didukung oleh Rumah Budaya, salah satu program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, KBRI Beijing, dan sivitas akademika di Harbin.

Tahun depan, PPIT Harbin berharap bisa menyelenggarakan acara yang lebih bagus dan dahsyat dengan tema yang berbeda.

Bravo PPIT..

Duta Besar RI Menikmati Santap Makan Siang Bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia Cabang Harbin di Tiongkok

597088169879256323 Dibuat oleh: Nikodemus Hermanto

Pada hari Jumat, 06 Januari 2017 lalu bertempat di Hotel Kempinski, Kota Harbin, Provinsi Heilongjiang, Republik Rakyat Tiongkok, telah diadakannya acara makan siang bersama dengan Bapak Soegeng Rahardjo sebagai perwakilan Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia. Selain bersama dengan beliau, acara makan siang ini pun juga ikut dimeriahkan oleh kedatangan Bapak Santo sebagai perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing.

Acara makan siang ini dibuka dengan kata sambutan langsung dari Pak Soegeng. Beliau tampak ramah dan bersahabat serta beliau pun juga aktif berkomunikasi dengan mahasiwa/i Indonesia yang tergabung dalam organisasi PPIT Harbin (Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok, Cabang Harbin). Percakapan yang dibahas pada acara makan siang ini, antara lain pentingnya pelajar Indonesia untuk menuntut pendidikan setinggi-tingginya di Negara Tirai Bambu ini sebagai bentuk upaya bela negara. Perwujudan bela negara sendiri bukan hanya terbatas dalam tugas baris-berbaris dan angkat senjata saja tapi juga termasuk dalam bentuk belajar serius, ikut serta dalam bidang kegiatan olah raga dan seni maupun menjaga nama baik bangsa di kancah internasional.

893715717705565310

Pak Soegeng menekankan peran penting belajar di luar negeri khususnya sampai ke Negeri Tiongkok untuk mempelajari Bahasa Mandarin dan kebudayaan setempat yang kemudian dapat diterapkan secara langsung di segi kehidupan masyarakat Indonesia. Pak Santo menyayangkan pelajar Indonesia yang berprestasi tinggi memutuskan untuk menempuh pendidikan di luar negeri dan berkeinginan untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang mereka sudah miliki untuk kemajuan bangsa lain daripada memajukan tanah air sendiri.

Acara makan siang ini dipadukan dengan menu masakan yang berkelas hotel berbintang. Pak Soegeng Rahardjo, Pak Santo dan mahasiswa/i perkumpulan PPIT Harbin tampak menikmati makanan yang dihidangkan sembari bertukar pendapat.