Majapahit: The Golden Age of Archipelago

Oleh: Viola Illeana Rachmani

(Harbin, 28 Mei 2018) PPIT Harbin telah berhasil menggelar sebuah acara pentas seni drama yang berjudul “Majapahit: The Golden Age of Archipelago” yang berlangsung selama kurang lebih dua jam. Keberhasilan acara ini didukung oleh beberapa pihak terkait yaitu Harbin Institute of Technology, Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing (KBRI Beijing), dan BLCI. Drama ini menceritakan sejarah tentang kerajaan Majapahit yang memiliki pengaruh besar terhadap lahirnya negara Indonesia. Dalam drama yang ditampilkan tentunya PPIT Harbin mengemas cerita semenarik mungkin dengan menampilkan aksi, tarian dan nyanyian. Drama ini pun melibatkan lebih dari 90 orang, sudah termasuk panitia dan pemain. Pemain yang terlibat bukan hanya mahasiswa asal Indonesia saja, melainkan mahasiswa dari beberapa negara lain yaitu dari Tiongkok, Korea, Rusia, Kazakhstan, India, Pakistan, Suriname, Bolivia dan beberapa negara lainnya. Selain menggelar drama, PPIT Harbin juga mengadakan sebuah pameran yang berkaitan dengan drama dan tentang Indonesia itu sendiri. Dalam pameran ini, para pengunjung yang datang diberikan informasi singkat mengenai sejarah Majapahit. Disamping itu, para panitia juga menjual makanan dan produk lokal seperti nasi kuning, pisang goreng, kopi, mie instan, dan lain-lain. Tidak hanya menjual makanan, di dalam pameran pun terdapat stand jajanan camilan khas Indonesia seperti keripik tempe, bandrek, dodol, lapis legit, kerupuk dan lain-lain yang disajikan secara gratis kepada para pengunjung.
Walaupun pada saat acara berlangsung Harbin sempat diguyur hujan, hal ini tidak menjadi sebuah hambatan bagi para pengunjung, terbukti bahwa dalam jangka waktu kurang dari satu jam jumlah pengunjung yang datang hampir mencapai 500 orang. Pengunjung yang datang pun mulai dari berbagai macam kalangan yaitu anak-anak, kalangan muda dan orang tua yang berasal dari mancanegara dan tentunya warga Harbin itu sendiri. Pada saat acara berlangsung, para pengunjung memiliki antusiasme yang sangat tinggi dan mereka sangat menikmati pertunjukkan pentas yang digelar. Diakhir acara, semua pengunjung memberikan standing applause dan mereka merasa sangat puas dengan adanya pertunjukkan ini. Selain itu para pengunjung pun memberikan respon positif dan bersedia hadir lagi apabila PPIT Harbin kembali menggelar hal yang serupa, hal ini terlihat dari komentar-komentar positif diberikan melalui kuisioner. Selain terhibur, dengan adanya acara ini para pengunjung jadi mengetahui lebih dalam tentang negara Indonesia dan tentunya beberapa dari mereka pun menjadi tertarik untuk mengunjugi Indonesia. Bentuk acara seperti ini bisa menjadi wadah yang efektif untuk mempromosikan citra positif Indonesia kepada dunia. Hal ini bisa menarik orang untuk melihat dan mengetahui apa dan siapa itu Indonesia yang sebenarnya. Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya, negara yang memiliki aneka ragam suku, adat dan bahasa, sebuah perbedaan lah yang menyatukan Indonesia. Jaya Indonesia Ku!

PPIT Harbin Sukseskan Agenda Besar Kongres PPI Tiongkok, Xiamen

Ditulis oleh: Putra Wanda

Mahasiswa Indonesia di China yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok menggelar kongres untuk membahas beberapa agenda penting meliputi pembahasan AD-ART, GBHO dan pemilihan Ketua Umum PPIT baru yang akan menjabat selama 2 tahun. Kali ini PPIT Cabang Xiamen, Fujian dipercaya menyelenggarakan perhelatan akbar Perhimpunan Pelajar Indonesia di China tersebut.

Tahun ini, PPIT menyelenggarakan kongres nasional di kampus Huaqiao University, Xiamen. Pembukaan kongres dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak. Pada acara ini, Duta besar Indonesia untuk Tiongkok dan merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun membuka Kongres Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok. Dalam sambutannya, Dubes menekankan pentingnya generasi muda Indonesia di Tiongkok memiliki sikap sebagai mahasiswa dari bangsa yang besar yang siap berkontribusi untuk rakyat dan negaranya.

“Indonesia perlu memanfaatkan hubungan bilateral strategis dan  komprehensif dengan Tiongkok. Kedua negara ini diprediksikan akan menjadi negara besar di dunia pada dekade-dekade mendatang,” ujar mantan Duta Besar RI untuk Rusia itu.

Selain itu, ia menyebut berbagai indikator ekonomi yang positif bagi Indonesia untuk bertumbuh menjadi negara yang besar dan kuat. Faktor penting yang membuat negara menjadi besar adalah kecintaan warga negaranya akan bangsa tersebut. Inilah yang ditanamkan pada generasi muda di Tiongkok selama puluhan tahun belakangan ini. Dalam pidatonya, beliau yakin generasi muda Indonesia tetap mencintai dan menyayangi NKRI serta dalam bentuk sekecil apa pun ikut berkontribusi untuk kemajuan bangsa, rakyat, dan negaranya.

“Saya yakin mahasiswa Indonesia di Tiongkok akan berkontribusi pada hubungan antara Indonesia dan Tiongkok dan kelak setelah lulus akan menjadi ‘prime mover’ perjalanan bangsa ke depan termasuk hubungan yang saling menguntungkan dengan Tiongkok,” tutur Djauhari.

Kongres yang dibesut PPIT tersebut bertajuk “Menyongsong Inisiatif ‘the Belt and Road’ untuk Pembangunan Indonesia” juga dihadiri oleh Konjen RI Guangzhou, beserta jajarannya, dan 21 perwakilan cabang PPIT yang mewakili sekitar 14.000 mahasiswa Indonesia di Tiongkok. Rangkaian kongres dan Simposium Nasional PPI Tiongkok telah mulai dilaksanakan pada tanggal 26 April hingga 29 April 2018 yang ditutup dengan Festival Kebudayaan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.

Peserta resmi kongres kali ini berjumlah sekitar 100 orang merupakan perwakilan PPI Tiongkok dari 21 cabang, yakni Beijing, Changsha, Chongqing, Guangzhou, Guilin, Hangzhou, Harbin, Hefei, Hong Kong, Nanjing, Ningbo, Nanchang, Shanghai, Shenyang, Shijiazhuang, Suzhou, Tianjin, Wuhan, Wuxi, Xiamen, dan Zhengzhou.

PPIT Harbin sebagai salah satu delegasi resmi dalam kongres ini membawa beberapa poin penting untuk dibahas dalam sidang akbar kali ini. Setelah melalui berbagai diskusi dan pembahasan dengan para pengurus di internal PPIT Harbin, akhirnya dihasilkan beberapa poin penting yang harus disampaikan di kongres. Poin itu meliputi Konsep Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Rapat Tengah Periode (RTP) dan beberapa usulan lain terkait kepengurusan PPI Tiongkok periode 2018-2020 yang akan datang.

Pada proses sidang kongres, PPIT Harbin banyak memberikan konsep dan masukan yang baru selama masa sidang ADART, GBHO hingga pemilihan Ketua Umum PPI Tiongkok. Pada proses pembahasan AD/ART, PPIT Harbin berhasil membuat dan memasukkan konsep DPO (Dewan Pertimbangan Organisasi) dalam struktur organisasi PPIT. Hal penting yang menjadi pokok pada konsep yang dibuat PPIT Harbin meliputi Posisi DPO dalam struktur organisasi, Definisi, Tugas, Fungsi dan Mekanisme pemilihan Ketua dan anggota DPO sebagai sebagai sebuah lembaga legislatif di dalam PPIT.

Hal kedua adalah bahasan Rapat Koordinasi Tengah Periode (RKTP), istilah RKTP ini merupakan baru dalam kepengurusan PPI Tiongkok. Di dalam pembahasan AD-ART, Delegasi Harbin menganggap konsep RKTP penting untuk dibahas secara lebih komprehensif dalam poin pasal konstitusi organisasi. Dalam konsep yang diajukan, RKTP akan dilakukan di tengah periode kepengurusan dan memiliki tugas untuk membahas beberapa agenda penting PPIT meliputi Peraturan Organisasi, Kongres setiap 2 tahun hingga pembahasan teknis dalam kegiatan PPIT. Dalam pembahasan ADART, Poin-poin penting dari hasil diskusi dan konsepsi Delegasi Harbin meliputi DPO, RKTP dan beberapa poin krusial berhasil disahkan menjadi pasal baru dan krusial dalam konsitusi PPI Tiongkok.

PPIT Harbin menganggap capaian dalam kongres tahun ini sangat bagus dan perlu untuk selalu ditingkatkan di waktu yang akan datang. Pada hari terakhir kegiatan, Delegasi dan Peninjau PPIT Harbin melakukan rapat evaluasi mengenai  hasil Kongres tahun 2018 dan rencana program setelah kegaiatan ini usai. Meskipun demikian, Pengurus masih memiliki beberapa tugas dan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pasca Kongres di Xiamen. Setelah semua agenda kongres dan simposium selesai, Kontingen meninggalkan Kota Xiamen pada hari minggu 29 April 2018 dan langsung bertolak ke Harbin.

Sebagai informasi, Kota Xiamen terletak di Provinsi Fujian. Lokasi belajar bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh studi dengan jurusan favorit Sastra Mandarin dan Bisnis serta Perdagangan Internasional. Saat ini terdapat sekitar 400 orang mahasiswa Indonesia yg menuntut ilmu di Xiamen dan di antaranya sekitar 200 orang di Huaqiao University

Bravo PPIT Harbin…

Donor Darah PPIT Harbin

Oleh: Satrianawati

Kegiatan donor darah yang dilakanakan pada hari Sabtu 14 April 2018 diikuti oleh 19 orang dengan 18 orang mahasiswa Indonesia dan 1 orang mahasiswa dari Tanzania. Ketua Pelaksana kegiatan ini adalah Nurfilah Insani.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada pukul 09.30 sampai 12.30. Peserta yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini memiliki antusiasme yang cukup tinggi. Kegiatan donor darah dimulai dengan pengisian formulir yang berisi nama, tempat tanggal lahir, nomor paspor, status untuk mengetahui sudah nikah atau belum. Selain itu, suster dan dokter memberikan pertanyaan khususnya kepada para wanita tentang kondisi menstruasi yang dialami. Ini sangat penting karena wanita yang sedang menstruasi dan hamil tidak diperbolehkan mendonorkan darah. Selanjutnya setelah mengisi formulir dokter dan suster melakukan pengecekkan darah, dengan cara mengambil sampel darah kira kira sebanyak tiga sampai empat tetes. Kemudian darah tersebut dimasukkan dalam mesin pengecek darah. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perlu tidaknya seseorang mendonorkan darah. Karena dari pengecekan akan diketahui kondisi pendonor. Selanjutnya setelah dilakukan pengecekan maka suster dan dokter melakukan pengambilan darah. Setelah pengambilan darah tangan kemudian diperban dan sebaiknya dibuka setelah 4 jam. Jangan membuka sebelum 4 jam karena dikhawatirkan darah akan keluar. Hal ini terjadi pada 1  orang peserta yang merasa kondisinya sudah baik setelah 2 jam. Kemudian dia membuka perban, tiba2 darah muncrat keluar. Untungnya kejadian ini masih di tempat pengambilan darah, sehingga suster dan dokter langsung mengambil tindakan darurat.

Dalam kegiatan ini sebanyak 8 orang peserta mendonorkan darahnya sebanyak 400mL dan yang lainnya mendonorkan 200mL. Jumlah 200mL sekaligus standar minimal yang mesti didonorkan. Dalam kegiatan donor darah ada beberapa peserta yang tidak dapat mendonorkan darahnya, dikarenakan beberapa hal, yaitu: kurang tidur dan kurang mengkonsumsi protein tinggi misalnya daging. Hal ini diketahui pada awal pengecekan darah. Oleh karena itu, jika Anda ingin melakukan donor darah perlu kiranya memperhatikan beberapa hal berikut:
1) tidak dalam kondisi menstruasi atau hamil
2) cukup tidur dan teratur waktu tidur. minimal 1 minggu sebelum melakukan donor darah Anda memiliki kebiasaan tidur minimal 8 jam sehari.
3) mengkonsumsi protein dalam jumlah banyak. Telur dan daging
4) tidak dalam kondisi tekanan darah rendah maupun tekanan darah tinggi

Selain hal tersebut, Anda tidak perlu takut: 1) Kehabisan darah: karena darah yang Anda keluarkan tidak akan membuat Anda kehabisan darah. Jadi, jangan takut kehabisan darah 400mL karena masih termasuk dalam kategori yang bisa dikeluarkan oleh manusia. 2) Jarum suntik: Jarum yang digunakan sangat aman dan tidak membuat Anda luka parah.

Bagaimana kondisi pendonor setelah melakukan donor darah?  ini penting diketahui bagi semua orang yang ingin mendonorkan darahnya. Ada yang merasa pusing setelah melakukan donor darah. Namun hal itu dapat dengan mudah diatasi dengan minum susu dan suplemen yang diberikan oleh dokter. Disisi yang lain setelah melakukan donor darah, tubuh terasa lebih ringan dan mudah dalam melakukn aktivitas yang lain.

Selamat Mencoba!!!

NongBar (Nongkrong Bareng) PPIT Harbin

Oleh: Satrianawati

Nongkrong bareng sambut maba merupakan kegiatan PPD PPIT Harbin yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Ketua pelaksana kegiatan Amelia Siswanto bersama para panitia lain telah membuat kesan yang baik dalam pelaksanaan acara ini. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yang utama adalah agar Mahasiswa baru yang datang ke Harbin tidak merasa sendiri.

Dimulai dari perancangan hingga pelaksanaan kegiatan berjalan dengan sangat baik. Acara yang dilaksanakan pada Malam Minggu 17 Maret 2018 memberikan kesan kepada semua mahasiswa yang hadir, bahwa malam Minggu kali ini engkau tak sendiri tetapi engkau punya mereka “keluarga” PPIT Harbin di sini.  Pelaksanaan acara dimulai sejak pukul 17.30 tetapi ada juga yang hadir pukul 18.00 dikarenakan mereka yang muslim masih harus menunaikan sholat Maghrib terlebih dahulu dan keadaan ini sangat ditoleransi oleh mahasiswa non muslim. Sesuai dengan semboyan NKRI “Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi satu jua.

Ada banyak kesan yang diambil dari acara ini misalnya saja saya sebagai penulis, sebenarnya untuk sampai ke tempat tujuan cukup dengan naik bus. Tetapi karena pentingnya acara ini dan tidak ingin melewatkan waktu bertemu dengan mahasiswa baru, sehingga lebih memilih naik taksi dari Hashida ke tempat acara sehingga dapat bertemu dengan waktu yang tepat.

Selain itu, ada kesan yang menarik sebelum dimulainya acara kegiatan, dimana ketua PPIT Harbin Kak Samuel Gilbert mesti menjemput mahasiswa dari HMU (Harbin Medical University) untuk sampai ke tempat acara. Dan tentunya masih banyak cerita dari mahasiswa yang lain.

Ada banyak hal positif yang dapat diambil dari acara malam ini. Bukan makanannya tapi lebih kepada kebersamaan yang diciptakan. Saya ingin menegaskan kembali Indonesia bermacam suku dan budaya dan berbeda agama, tetapi kerukunan, kebersamaan, sikap saling membantu merupakan budaya Indonesia yang sangat kental. Itulah mungkin kesan yang tak ternilai yang dapat kita ambil. Intinya kekeluargaan dan kebersamaan menjadi hal yang diprioritaskan di kepengurusan PPIT Harbin. Teman lama berkumpul dan menjalin keakraban satu sama lain.

Dari beberapa gambar yang nampak malam ini terlihat bahwa semua mahasiswa antusias dan menikmati setiap momen dan kebersamaan. Lanjut cerita, dalam pelaksanaan kegiatan makan bersama mahasiswa yang ditargetkan mengikuti acara ini hanyalah 25 orang. Tetapi karena antusiasme dari mahasiswa dalam penyambutan mahasiswa baru, target melewati kapasitas atau kuota yang direncanakan. Dimana panitia hanya memesan tiga meja dalam pelaksanaan acara ini. Tapi karena banyaknya mahasiswa yang hadir sehingga ditambah 1 meja lagi dengan banyak tambahan kursi. Keadaan seperti ini langsung ada kegiatan gayung bersambut dari “Mas Talenta kepada Mbak Amelia Siswanto untuk segera melakukan penambahan meja. Ketua pelaksana panitia lainnya langsung segera menghubungi pihak restoran.

Mahasiswa yang hadir dalam acara ini sebanyak 37 mahasiswa dengan peserta yang terakhir datang adalah Pak Jerry dan Pak Jun Harbi. Sehingga kursi diselipkan untuk mereka di meja tiga. Sedangkan meja empat sebagai tambahan yang dimaksudkan adalah mahasiswa HMU yang dijemput oleh ketua PPIT.

Malam semakin larut kebersamaan tetap terjaga. dan kini tibalah saat berpisah dimana semua mahasiswa yang hadir mesti pulang ke dorm masing-masing. Sebelum pulang, diadakan foto bersama di depan restoran. Inilah foto-fotonya.

 

Pengalaman Kuliah di Harbin Normal University

Oleh: Satrianawati (Mahasiswi Doktoral di Harbin Normal University)

 

Perkenalkan saya Satrianawati dan ini adalah cerita tentang tahun pertama saya di Harbin. Saya akan memfokuskan cerita saya tentang pengalaman belajar bahasa Mandarin dan dormitory alias asrama Hashida (Harbin Shifan Daxue). Cerita saya bermula dari belajar bahasa Mandarin di Harbin Normal University. Karena bahasa China saya sangat kurang, saya mengambil program Bahasa selama 1 Tahun. Ringkasnya, belajar Bahasa di Hashida sangat menyenangkan dan tentunya mencerdaskan.

Maw taw gak?

Pertama kali datang ke kelas, saya bertemu dengan orang-orang yang baru dan tentunya dengan budaya yang berbeda dengan Indonesia. Ruang kelas saya sangat kecil. Kelas saya berukuran kurang lebih 3,5 x 4,5 meter. Saya merasa ruangan yang kecil ini tidak membuat saya merasa sesak tapi membuat saya semakin dekat dengan mahasiswa lainnya. Belajar bahasa Mandarin memang sangat sulit, tapi sangat menarik.

Di Hashida, belajar bahasa Mandarin terdiri dari tiga pelajaran utama yaitu: berbicara (kouyu ke), umum (zonghe ke) dan mendengarkan (tingli ke). Ketiga pelajaran hampir sama, intinya semuanya mengarahkan mahasiswa untuk dapat memahami bahasa di China tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk menulis yang disertai dengan struktur bahasa (yufa).

Saat belajar di kelas, kami tidak langsung diajarkan hanzi. Tetapi dimulai dari mengenal huruf pinyin atau mengenal cara baca. Selanjutnya membaca pinyin dengan tone yang berbeda dan menulis Hanzi. Setiap huruf Hanzi ditulis sebanyak 10x. dan semakin hari kata yang ditulis semakin banyak. Tulisan Hanzi saya yang pertama sangat lucu, tulisan Hanzi saya besar besar seperti pagar. Tapi itu tidak hanya terjadi pada saya, bahkan teman-teman saya juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada teman saya yang menulis dan tulisannya jauh dari yang diharapkan, sehingga beda tulisan menjadi beda arti.

Hari demi hari terus berganti, kami belajar dengan baik. Setiap hari kami punya tugas belajar yang disebut “ting xie” orang Indonesia bilang “dikte”. Kegiatan belajar ini dilakukan di awal pelajaran “Zonghe”, dimana guru membaca huruf-huruf hanzi dan mahasiswa menulis hanzi. Terkadang banyak mahasiswa yang datangnya telat, karena takut dengan “ting xie”. Tapi percayalah kegiatan belajar “ting xie” membuat kami cepat memahami dan menulis “Hanzi” dengan baik. Selalu hadir tepat waktu dan belajar dengan baik merupakan kegiatan utama yang harus dilakukan oleh setiap mahasiswa Hashida. Kegiatan belajar dilakukan selama 4 bulan, dimana dibulan keempat kami sudah bisa membaca hanzi tanpa pinyin. Kemudian diadakan ujian dari ketiga mata pelajaran tersebut.

Setelah ujian selesai kami kemudian libur winter selama 2 bulan Januari dan Februari. Selanjutnya, penaikkan kelas. Semua mahasiswa dipastikan naik kelas, tapi ketika di kelas ini ditemukan mahasiswa yang sulit membaca Hanzi maka siswa tersebut akan diturunkan atau dikembalikan ke level yang semestinya. Mata pelajaran di kelas yang baru, tetap sama dengan di kelas sebelumnya. Perbedaannya terletak pada tingkat kesulitan materi. Semakin tinggi kelasnya semakin sulit materinya. Tapi percayalah, sulitnya materi pelajaran terjadi kalau Anda tidak belajar dengan baik. Tapi kalau kamu mengikutinya, kamu akan memahami semua materi pelajarannya. Di kelas saya yang baru, sangat jauh berbeda dengan kelas awal saya. Kelas saya yang baru berukuran sangat besar yang berisi lebih dari 40 kursi. Dengan papan tulis yang sangat canggih, menurut saya.

Kelas saya yang bagus membuat saya sangat nyaman dan semangat belajar. Guru kami mengajar dengan penuh cinta kasih. Sangat peduli dengan kami. Guru kami menuntun kami dengan baik, dalam berbicara, membaca hanzi, dan lain sebagainya. Bahkan ketika kami mengalami masalah dengan hal terkecil misal membeli air minum dengan cara menelpon tukang galon.

 Lanjut yaaaa,

Selain seputar belajar di Hashida saya juga ingin bercerita tentang dormitory di Hashida. Dormitory di Hashida ada tiga dorm. Dorm 1, dorm 2, dan dorm 3. dorm 2 lebih bagus dari dorm 1, dan dorm 3 lebih bagus dari dorm 2. itulah yang dikatakan oleh mahasiswa yang ada di Hashida. Pelajaran apa yang bisa kamu ambil dari hal ini? Kamu akan melihat karakter setiap orang yang selalu melihat perbedaan dan lupa mensyukuri apa yang telah dimiliki. Bagi saya yang tinggal di dorm 1, saya merasa bahwa dorm dimana saya tinggal sangat bagus. Mengapa? Karena saya tidak membandingkan dengan yang lebih bagus dari apa yang saya tinggali saat ini. Saya lebih suka bersyukur dengan apa yang saya punya. Sehingga saya puas dengan apa yang saya miliki saat ini.  Dorm saya dilengkapi tempat tidur, meja belajar, cermin, televisi, lemari dengan 4 pintu bawah yang besar dan 4 pintu atas yang kecil. Tentunya lemari ini sudah sangat besar untuk menampung semua barang saya. Selain itu, kami tidak lagi membayar listrik dan wifi termasuk air hangat. Karena semua sudah include dalam pembayaran dorm dan tergolong cukup murah, yaitu 800 yuan perbulan. Selain itu air hangat tidak perlu bayar. Air hangat mengalir mulai dari jam 06.30 pagi sampai jam 8 pagi. Kemudian malam air, hangat mengalir jam 7 sampai jam 10 malam. Air hangat di Harbin sangat penting. Karena cuaca di Harbin yang sangat dingin. Kondisi cuaca adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran yang Maha Kuasa, dimana tubuh kita lama-kelamaan bisa beradaptasi dengan cuaca ini. Jangan takut datang Ke Harbin, dimanapun tempatmu, itu Bumi Allah. Jadi kuliah di Hashida dan tinggal di dorm Hashida banyak untungnya.

Harbin Winter Tour 2018: Huan Yin Ni !

Oleh: Rima Febria

Harbin Winter Tour merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) PPI Tiongkok cabang Harbin. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini yaitu karena banyaknya minat orang untuk mengunjungi kota ini. Kota Harbin dikenal juga dengan julukan “Kota Es”, karena kota ini memiliki musim dingin yang panjang dan merupakan salah satu tempat terdingin di Tiongkok. Selain itu, Harbin juga merupakan ibu kota Provinsi Heilongjiang yang terletak di bagian Utara Tiongkok. Kegiatan Harbin Winter Tour ini memiliki tujuan utama untuk mengenalkan budaya dan lingkungan Harbin kepada masyarakat Indonesia, selain itu juga membantu mengakomodasi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung kemari.

Rangkaian acara Harbin Winter Tour ini diselenggarakan selama 4 hari 3 malam, tepatnya dari tanggal 20-23 Januari 2018. Peserta berjumlah 16 orang, mayoritas merupakan mahasiswa/i Indonesia yang sedang kuliah di kota-kota lain di Tiongkok seperti Nanchang, Shenyang, Beijing, Hebei, dan Shandong. Pada hari pertama, para peserta diajak mengunjungi Biological Camp Unit 731. Ini merupakan salah satu museum yang paling terkenal di Harbin, museum ini menceritakan sejarah tragis mengenai eksperimen manusia yang dilakukan oleh tentara Jepang pada zaman perang dunia II. Lalu, pada pagi hari kedua destinasi pertama yang dituju adalah Volga Manor, yang merupakan komplek berisi bangunan-bangunan khas Rusia. Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke Central Street dan Saint Sophia Cathedral. Central Street merupakan pusat pembelanjaan di Harbin, sedangkan Saint Sophia Cathedral adalah bangunan gereja kuno yang dibangun pada abad ke -18 oleh bangsa Rusia. Selanjutnya menjelang malam para peserta diajak ke Harbin Ice and Snow World Festival 2018, yang merupakan event tahunan berisikan bangunan-bangunan dan ukiran-ukuran raksasa dari balok es.  Pada hari kedua ini suhu di Harbin telah mencapai titik yang cukup ekstrim yaitu mencapai -30 derajat celcius, meskipun begitu antusiasme para peserta tetap terlihat besar untuk menikmati perjalanan di Harbin. Memasuki hari ketiga, suhu di Harbin terus menerus menurun yaitu berada dititik -28 derajat celcius hingga -33 derajat celcius. Para peserta bergegas untuk berangkat menuju Snow Village, untuk tiba tempat ini perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu kurang lebih selama 6 jam. Snow Village sendiri merupakan tempat ikonik dari provinsi Heilongjiang, dimana tempat ini merupakan sebuah pedesaan yang seluruh bangunannya dipenuhi salju seperti rumah-rumah di negeri dongeng dan ketebalan salju disini bisa mencapai satu meter. Selain menikmati cantiknya pemandangan, para peserta juga bisa bermain snow motor untuk menuju puncak tertinggi di Snow Village. Memasuki hari ke empat, destinasi terakhir adalah Yabuli Ski Resort. Setelah bermalam di Snow Village, para peserta bersiap pergi ke Yabuli Ski Resort untuk bermain ski dan snowboarding. Peserta diberikan kesempatan untuk bermain selama empat jam. Setelah puas menikmati seluruh rangkaian acara, akhirnya para peserta kembali pulang selamat ke Harbin dan langsung diantarkan menuju stasiun kereta api. (RMF)

SKUY: Ski KUY !!

Dibuat oleh: Dwi dan Dedy

Harbin, Heilongjiang (23/12) – Skuy atau Ski Kuy ! yang berarti Ski Yuuuuk! merupakan acara musim dingin tahunan yang diselenggarakan oleh Divisi Peminatan dan Pengembangan Diri (PPD) PPI Tiongko Harbin. Pada kesempatan ini, Skuy bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkenalkan mahasiswa Indonesia tentang ski secara langsung. Skuy dilaksanakan pada Sabtu, 23 Desember 2017 lalu bertempat di Gunung Mao’er, Heilojiang, China.  Program ini berhasil dilaksanakan dengan arahan dari Talenta (Mahasiswa Harbin Institute of Technology) selaku ketua pelaksana.

Pelaksanaan Acara ini dimulai dengan berumpul bersama di dorm A13 Harbin Institute of Technology pada pukul 05.30 pagi. Perjalanan dari kota Harbin ke Gunung Mao’er membutuhkan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Pukul 10.30 peserta dan panitia yang berjumlah 20 orang memulai kegiatan ski bersama. Walaupun cuaca pada saat itu berkisar -15 derajat Celcius, peserta skuy tetap dapat menikmati si dengan seru. Pada pukul 04.30 kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan meninggalkan Gunung Mao’er untuk kembali ke Kota Harbin.

 

PPIT Harbin Kembali Mementaskan “Ken Arok” Berkolaborasi dengan PPIT Nanchang

Dibuat Oleh: Affandi Diharjo

Nanchang, Jiangxi – Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) mengolaborasikan cabangnya di Harbin dan Nanchang untuk mementaskan legenda Ken Arok.

Legenda tersebut disajikan dalam drama teater di kampus Jiangxi Normal University (JNU) Nanchang, Sabtu (2/12) malam, berhasil menyita perhatian masyarakat setempat dan mahasiswa dari berbagai negara.

Bahkan, setengah jam sebelum acara yang baru dimulai pukul 19.00 waktu setempat (18.00 WIB) itu, gedung pertunjukan di kampus tersebut sudah dipadati ratusan penonton.

Legenda yang menyuguhkan intrik kekuasaan dan kisah asmara Ken Arok-Ken Dedes tersebut sebelumnya telah dipentaskan di Harbin, Provinsi Heilongjiang, pada 20 Mei 2017.
Berkat kesuksesan pementasan di Harbin tersebutlah, acara ini berhasil mendapatkan dukungan penuh dari PPIT dan Rumah Budaya Indonesia di bawah naungan Atase Pendidikan Kedutaan Besar RI di Beijing untuk dipentaskan lagi di Nanchang, Provinsi Jiangxi.

Secara umum tidak ada perbedaan pementasan di Harbin dan Nanchang, kecuali formasi beberapa pemain utama dan pendukung pertunjukan tersebut, khususnya pemeran Ken Dedes, Tunggul Ametung, dan Mpu Gandring.

“Ada beberapa di antara kami yang tidak bisa ikut ke sini karena kesibukan studi,” kata Joshua Adriel Mulyanto, pemeran Ken Arok.

Ia bersama 9 rekannya dari Harbin Institute of Technology (HIT) menempuh perjalanan ribuan mil dari wilayah utara ke selatan China untuk bertemu sesama pelajar asal Indonesia di Nanchang guna mementaskan lakon yang pernah sukses memukau ratusan penonton dan mengharumkan nama Indonesia di kampusnya.

“Tujuan utama kami kesini adalah untuk memperkenalkan budaya Indonesia dan juga untuk membuktikan bahwa pelajar Indonesia bisa bekerja sama secara baik dengan pelajar dari berbagai negara untuk menghasilkan mahakarya yang membanggakan”, kata Jeremia William Chandra, yang bertindak sebagai sutradara.

Hal ini terbukti dengan keterlibatan mahasiswa asing dari berbagai negara dalam pementasan Ken Arok di Nanchang, di antaranya dari Bangladesh, Korea, Nepal, dan Kirgistan.

“Saya sangat senang mendapatkan kesempatan untuk tampil dalam pementasan ini,” kata Nafeu Hassan Hilal, mahasiswa JNU asal Bangladesh, yang berperan sebagai prajurit Kerajaan Tumapel.

Pentas seni para mahasiswa Indonesia tersebut juga mendapatkan apresiasi dari pihak universitas terbesar kedua di Provinsi Jiangxi itu.

“Tentu saja kami bangga dengan anak didik kami dari Indonesia. Tidak hanya kepiawaian dalam seni, melainkan mereka juga bisa melibatkan rekan-rekannya dari negara lain,” kata Deputi Direktur Kerja Sama Internasional JNU, Li Haijun.

Pementasan tersebut juga didukung oleh 10 mahasiswa asal Indonesia di Nanchang.

“Harus diakui bahwa pelajar Indonesia telah menjadi duta budaya Nusantara di luar negeri,” kata Sutana Rihesti Triaswarin, tenaga pengajar Bahasa Indonesia dari Universitas Indonesia.

Melihat Meriahnya Pameran Budaya Indonesia di Harbin, China

Dibuat oleh: Putra Wanda (Pengurus Pusat PPI Tiongkok, Mahasiswa Doctoral di HUST, Harbin, China)

PPI Tiongkong, Harbin (9/17)- Perhimpunan Mahasiswa Indonesia Tiongkok (PPIT) Harbin kembali ikut serta dalam acara Mahasiswa yang bertajuk Festival Budaya Internasional yang diselenggarakan di kampus Harbin Engineering University (HEU), Harbin, China.

Sejak pagi panitia sudah mempersiapkan materi yang akan ditampilkan pada saat acara nanti, mulai dari properti, bahan makan, kain hingga snack khas Indonesia yang siap untuk disuguhi kepada pengunjung yang hadir.

Acara yang dimulai sekitar puul 10.00 pagi (waktu Harbin) ini mendapat sambuatan yang sangat meriah dari pengunjung yang hadir. Begitupula dengan stand Negara Indonesia yang sangat ramai dikunjungi sejak stand baru dibuka, para pengunjung  mencoba makanan khas Indonesia, Mencoba alat musik seperti angklung dan bertanya mengenai Indonesia.

Pada acara ini, setiap negara seperti Inggris, US, Korea, Jepang, Indonesia, Thailand, Vietnam, Mongolia, Rusia dan beberapa negara lainnya diberikan kesempatan untuk menyuguhkan tarian khas Negaranya dengan iringin musik yang menambah meriahnya festival acara tahun ini.

Acara Festival Budaya Internasional dihadiri oleh lebih dari 1000 pengunjung yang datang sejak pagi hingga selesai acara.  Ini merupakan salah satu kegiatan yang diikuti PPIT Harbin yang secara rutin diadakan di beberapa kampus besar Harbin. Hal ini menjadi wadah yang bagus untuk mengenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat di luar negeri. Sekaligus promosi pariwisata Indonesia di untuk masyarakat Internasional.

Selain itu juga, melalui kepanitiaan,  kegiatan ini juga sebagai wadah untuk merekatkan solidaritas mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Harbin.

 

HALO HALO

dibuat oleh: Devi Muhtariana

Halo halo…

PPIT Harbin kembali menyapa teman-teman semua di penghujung semester genap ini. Yap, di penghujung semester genap menyambut liburan musim panas ini, PPIT kembali berpartisipasi dalam acara International Cultural Festival yang diadakan di salah satu kampus di Harbin yaitu Northeast Forestry University. Ada empat pelajar Indonesia yang menempuh studi di kampus yang berbasis Kehutanan ini. Tiga diantaranya saat ini sedang menempuh studi doktor dan sisanya menempuh studi master. Meskipun beranggotakan sedikit orang, namun tidak menyurutkan semangat untuk berpartisipasi dalam acara budaya internasional ini.

Negara-negara yang turut berpartisipasi dalam acara ini diantaranya adalah Indonesia, Yaman, Tunisia, Kroasia, Malawi, Mali, Pakistan, Ethiopia, Kamerun, Thailand, Sudan, Korea Utara, Korea Selatan, Sierra Leone, Tanzania, Republik Democratic Kongo, Vietnam, Rusia, Irak, dan Cina. Acara ini dipandu oleh host  dan berlangsung dari pukul 10:00 hingga pukul 16:00. Acara ini berjalan dengan meriah. Berbagai negara menampilkan sesuatu yang unik dari negara mereka baik itu hidangan khas, pernak pernik, maupun tarian khas. Indonesia pun tak kalah dengan dengan menampilkan kain khas batik, alat musik angklung, baju adat daerah dari beberapa provinsi di Indonesia. Selain itu, beberapa teman dari Indonesia juga turut serta untuk tampil mengisi acara di panggung berupa fashion show yang diiringi dengan instrumen musik Gundul Gundul Pacul. Fashion show ini   menampilkan baju adat daerah berupa baju batik, baju Bugis, ulos Batak, dan tentu saja kebaya khas Indonesia.

Satu hal yang menarik dari acara ini adalah panitia menyediakan paspor palsu untuk setiap pengunjung yang datang. Pengunjung diminta untuk mengoleksi cap stempel dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam acara ini. Jika pengunjung berhasil mengumpulkan seluruh cap stempel dari keseluruhan negara yang berpartisipasi, maka pengunjung berhak mendapatkan doorprize yang telah disediakan oleh panitia. Menarik bukan!!! Stay tune dan sampai jumpa di acara PPIT berikutnya yaaa..